Selasa, 29 Juni 2010

LPSE Tekan Potensi Sanggah

Jakarta, 09 Juni 2010. Implementasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) telah berperan signifikan menekan jumlah kritik dan sanggah dari kalangan peserta lelang pengadaan barang/jasa pemerintah. Sehingga proses lelang bisa berjalan cepat sesuai tenggat yang direncanakan.

"Kegiatan (lelang yang dilakukan LPSE) berjalan lancar dan kritikan dari rekanan yang telah menggunakan sistem ini belum ada," ujar Kepala Tim Teknis LPSE Kalimantan Tengah Herson Tamin.

Beberapa kritikan, sebut Herson, datang dari calon peserta lelang atau vendor baru yang akan mendaftar pada sistem. Kritik muncul terutama pada saat calon peserta ingin langsung mengikuti lelang pada saat ada paket yang terkait/sesuai dengan ijin usahanya. Sebab sistem alami overload.

"Kami sudah menyarankan kepada mereka agar mendaftar perusahaannya lebih awal, dengan tidak menunggu adanya paket lelang untuk antisipasi antrian pendaftaran yang dapat terjadi apabila waktu terlalu mendesak, misalnya 3 hari sebelum lelang paket," jelasnya.

Hingga 31 Mei 2010, papar Herson, total vendor yang terdaftar dalam database LPSE Kalimantan Tengah mencapai 770 vendor. Dari jumlah itu, 252 vendor tercatat dalam posisi baru mendaftar dan 518 vendor tercatat siap mengikuti lelang.

Terkait implementasi LPSE ini, Herson menuturkan, pihaknya cukup merasa bangga dengan dukungan dari berbagai pihak. Sejak 2008, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan menyetujui pengalokasian anggaran hingga Rp2 miliar bagi penerapan LPSE.

Bahkan yang unik, jelasnya, Kalimantan Tengah mendapat bantuan dana dari LSM Nasional Partnership/Kemitraan dalam hal pelatihan dan sosialisasi sekitar Rp180 juta yang langsung dibayar dan dikelola oleh LSM tersebut. "Tahun 2010 sedang diproses lanjutan bantuan dengan penandatangan dokumen kontrak oleh pejabat teknis yang sedang dalam proses," sambungnya.

Data LPSE Kalimantan Tengah per 31 Mei 2010 mencatat sebanyak 101 paket senilai Rp186,801 miliar sudah ditawarkan kepada para vendor. Dari jumlah itu, sebanyak 58 paket senilai Rp147,794 miliar. Dari total paket yang sudah selesai dilelang, tercapai penghematan anggaran sementara sebesar Rp13.783 miliar.

"Ini bersifat sementara dan nilainya akan pasti lebih besar pada saat seluruh lelang sudah mencapai penentuan pemenangnya," tandasnya.

Lebih jauh, Herson menambahkan, pihaknya mengagendakan pelatihan bagi Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pelaksana Tehnis Kegiatan, Panitia Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah. Rencananya, kegiatan dimulai Juni 2010 dengan alokasi per Kabupaten / Kota sebanyak 13 - 14 orang.
Admin Agency

Tidak ada komentar: